Berpuluh Tahun Mengabdi, Tidak Mungkin Purnawirawan Terlibat Makar
loading...
-->
loading...

Pasang Iklan Anda

Berpuluh Tahun Mengabdi, Tidak Mungkin Purnawirawan Terlibat Makar

Thursday, May 30, 2019

Ilustrasi/net

JAKARTA-SUMBAR.ONLINE - Tudingan makar kepada sejumlah Purnawirawan TNI saat ini  berpotensi memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan merupakan tudingan yang cukup serius. Inisiator Kolaborasi Milenial Nusantara (KMN) Wenry Anshory Putra mengatakan, tudingan tersebut juga patut dipertanyakan, Pasalnya, para Purnawirawan itu telah mempertaruhkan nyawa mereka saat masih menjadi prajurit aktif.

"Padahal selama aktif sebagai prajurit, mereka meninggalkan keluarga yang dicintainya untuk mempertaruhkan nyawanya dalam berbagai perang. Mereka berperang bukan untuk kepentingan dirinya sendiri, tapi mempertaruhkan nyawanya demi membela kehormatan bangsa dan negara. Jadi sangat tidak masuk akal tudingan makar diarahkan ke Purnawirawan tersebut ujar Wenry dalam siaran pers yang diterima, Kamis (30/5).

Untuk itu, Wenry mengajak masyarakat Indonesia untuk kembali melihat sejarah panjang TNI. Sama-sama diketahui, TNI selama Indonesia berdiri telah berganti nama sebanyak sembilan kali dari Badan Keamanan Rakyat (BKR) di tahun 1945 sampai  menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) ditahun 1998 sampai saat ini.

"Menengok dari sejarah tersebut, maka dapat dikatakan Tentara Nasional Indonesia (TNI) adalah anak kandung rakyat. Karena TNI anak kandung rakyat, maka sudah pasti TNI dirawat hingga besar," sebutnya.

"Lalu, Purnawirawan tersebut pastilah bukan orang-orang sembarangan yang bisa dituding melakukan makar untuk meruntuhkan NKRI," lanjutnya.

Dalam rilisnya, Wenry juga menegaskan bahwa para Purnawirawan itu adalah para putra terbaik yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Mereka, sebutnya sangat mencintai bangsa dan negara ini, sehingga mereka tidak ingin NKRI dikuasai oleh para kacung taipan.

"Terakhir kami ingin menekankan, bahwa para Purnawirawan tersebut tak mungkin berkhianat kepada Pancasila, UUD 1945, dan NKRI!" pungkasnya.

Wenry menambahkan, pernyataannya itu juga dikuatkan oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu juga menyebut para purnawirawan yang dituding makar adalah para seniornya yang telah puluhan tahun mengabdi kepada bangsa dan negara.

Oleh karenanya, Wenry menegaskan keyakinannya bahwa para Purnawirawan itu sama sekali tidak memiliki jiwa pengkhianat sehingga berencana untuk makar terhadap pemerintahan yang sah.
(Rimba)