Mahasiswa diantara Kampus dan Yayasan
loading...
-->
loading...

Pasang Iklan Anda

Mahasiswa diantara Kampus dan Yayasan

Friday, June 28, 2019


Oleh :
Arfino Bijuangsa
Alumni STKIP PGRI Sumatera Barat


Kamis 27 Juni 2019 telah terjadi aksi damai di depan  Gedung D kampus STKIP PGRI yang bertempat di jalan gunung pangilun kota padang, masa yang terdiri dari Ratusan Mahasiswa, dosen dan pegawai STKIP PGRI Sumatera Barat seperti yang sudah diberitakan di media cetak. Sebagai salah satu alumni STKIP PGRI Sumatera Barat yang mengetahui informasi tersebut melalui berita tersebut dari media cetak dan group-group Alumni di media sosial yang saya tergabung didalamnya, saya sangat terkejut dan prihatin dengan kondisi yang di alami oleh almamater saya tersebut saat ini.

Sekilas saya mengamati dari tuntutan Masa aksi yang diberitakan di media cetak itu terkesan bukan tuntutan mahasiswa seharusnya. Seperti contohnya tuntutan untuk tidak relanya yayasan dipimpin oleh orang yang bukan bukan guru dan orang yang Tidak Mengerti tentang Pendidikan.

 jika di telusuri secara defenisi, guru itu adalah sebuah profesi dan pendidikan itu memiliki pengertian yang sangat luas sekali. Hal tersebut sangat subjektif sekali menurut saya karena itu sudah menjurus kepada pelecehan diri seseorang. Darimana mahasiswa tahu selama ini apakah yayasan itu dipimpin oleh seorang guru atau bukan, orang yang mengerti pendidikan atau tidak mengerti pendidikan.

Menurut saya, Sebagai seorang Mahasiswa yang sudah di level middle class seharusnya lebih cerdas dalam menanggapi sebuah persoalan, dalam menyikapi sebuah persoalan harusnya informasi yang kita dapatkan itu berimbang. Apalagi yang turun dalam aksi tersebut juga ada dosen dan pegawai.

Dari sudut pandang tentang masa aksi yang terdiri dari dosen, pegawai dan mahasiswa, saya memandang ini ada problem antara oknum petinggi kampus dengan pihak yayasan, jadi menurut saya, dosen yang di anggap salah satu elemen yang mengerti tentang pendidikan harusnya menjadi pemberi arahan kepada Mahasiswanya bagaimana menyikapi sebuah perseolan dengan baik agar jangan mengganggu waktu proses belajar mengajar dikampus.

Kemudian pada pihak-pihak baik itu pihak pimpinan kampus maupun pihak pimpinan yayasan jangan sampai mahasiswa menjadi korban atas permasalahan yang ada, sebagai salah satu alumni STKIP PGRI saya meminta agar pihak kampus dan pihak yayasan bisa duduk bersama dalam menyelesaikan permasalahan ini. Agar jan sampai berlarut-larut yang nantinya dikhawatirkan akan mengganggu kelancaran proses operasional kampus yang juga akan berefek kepada mahasiswa.

Selaku alumni saya juga mengajak seluruh Alumni yang tersebar di daerah-daerah agar bisa memberikan solusi terhadap permasalahan ini, sekaligus menjadi mediator dalam memberikan pemahaman kepada adik-adik mahasiswa dalam menyikapi suatu permasalahan.
Semoga masalah ini cepat selesai yang hasilnya semata-mata untuk kemajuan Kampus STKIP PGRI yang sama-sama kita cintai.