Polsek Sunggal Penjarakan Pekerja Objek Jaminan Fidusia, Dirut Utama PT Olivia Jaya Nusantara : Dia Menajalankan Tugas Sesuai Tupoksinya
loading...
-->
loading...

Pasang Iklan Anda

Polsek Sunggal Penjarakan Pekerja Objek Jaminan Fidusia, Dirut Utama PT Olivia Jaya Nusantara : Dia Menajalankan Tugas Sesuai Tupoksinya

Monday, July 8, 2019



Medan, Sumbar.online - Pasca diamankannya seorang pria yang disebut-sebut sebagai pelaku pencurian dan perampasan kendaraan bermotor di areal simpang selayang Medan Kecamatan Medan Sunggal, Sabtu (05/07/2019) Sore lalu, membuat Direktur Utama PT Olivia Jaya Nusantara angkat bicara.

“pria tersebut Feriansyah Sinulingga merupakan Pekerja Objek Jaminan Fidusia di PT Olivia Jaya Nusantara. Dianya menjalankan tugas sesuai tupoksinya dan bukan merupakan pelaku pencurian atau perampasan seperti yang dituduhkan oleh Polsek Sunggal karna pekerjaan mereka ada di atur didalam Undang-Undang Fidusia No 42 Tahun 1999 Pasal 15,” jelas Martin Siahaan ST kepada wartawan, Selasa (09/07/2019) Pagi

Bahkan dirinya menjelaskan setiap pekerjaan yang dilakukan oleh pihaknya dikenakan pajak.
“Pekerjaan yang Mereka lakukan bukanlah sesuatu yang ilegal, dimana setiap pekerjaan yang diselesaikan selalu dikenakan pajak 2% untuk negara ini dan kita punya bukti-bukti setoran yang sah apa itu bisa dikatakan pencuri” pungkasnya lagi.

Dirinya menganggap pihak kepolisian telah melakukan kesalahan dalam menerima laporan tersebut karna tanpa melihat bukti bukti yang sah sudah asal terima aja.

sambil bercanda Martin siahaan juga mengatakan “bisa aja besok datang pelapor melakukan laporan ke polsek tersebut dan bilang pesawatnya hilang dan menuduhkan seseorang dan laporan tersebut asal mereka terima dan tangkap orang. Itu bisa terjadi lho pungkasnya sambil tertawa, tapi mudah mudahanlah tidak seperti itu dan semoga polsek sunggal tidak mengetahui pekerjaan pelapor itu jika sebenarnya salah seorang penerima gadai” pungkasnya lagi

Dalam hal pekerjaan mereka dilapangan biar saya jelaskan lebih rinci proses penarikan yang dilakukan oleh tim pojf dilapangan. Pada saat melakukan eksecusi, tim mencoba melakukan pendekatan persuasif kepada pengemudi mobil Nissan panca Go BK 1239 VV warna silver yang merupakan seorang pria dan memperkenalkan diri, setelah memperkenalkan diri maka mereka menunjukkan semua surat-surat resmi yg berhubungan dengan kendaaraan tersebut yang di kuasakan oleh PT.NISSAN FINANCE dan sampai-sampai Sempat juga di ajak team pekerja objek jaminan fidusia ke kantor untuk membahas tunggakannya namun karna dirinya tidak pemilik resmi mobil tersebut maka dirinya melakukan perlawanan terhadap tim kita dilapangan sambil teriak-teriak  maling dan menabrak tim kita pakai mobilnya sehingga memancing emosi masyarakat setempat” ungkapnya.

Lanjutnya, dalam pelaporan kepada pihak kepolisian terkesan juga pihak kepolisian memaksakan diri untuk menerima laporan dan memproses laporan tersebut. “Anehnya laporan tersebut selalu dikawal oleh pihak kepolisian yang mengaku keluarga pelapor dari Poldasu” pungkasnya lagi

Selanjutnya kejanggalan yang kami temui adalah penerimaan laporan. Bagaimana mungkin petugas kepolisian yang profesional dapat menerima laporan yang tidak memiliki cukup dokumen sah & bukti kepemilikan kendaraan bermotor seperti BPKB

Melaporkan suatu tindak pidana merupakan hak dari setiap orang, namun dalam kasus ini aneh rasanya bila dianggap sebagai tindak pidana pencurian dan perampasan, karena mobil yang diakui milik pelapor merupakan aset dari Nissan Finance yang sedang bermasalah proses kreditnya dan BPKBnya ada di nissan” tegas Martin.

Selanjutnya, pihaknya akan menempuh jalur hukum untuk mencari keadilan atas perkara yang dialami oleh pekerja objek jaminan fidusia. apalagi keluarganya terlapor saat ini sedang memiliki anak kecil,  bagaimana nasib anaknya nanti jika dia ditahan padahal dia merupakan kepala rumah tangga.

Sungguh luar biasa pemaksaan perkara tersebut dan semoga tidak ada masyarakat lain yg dituduhkan dalam hal seperti ini. karna feriansyah bekerja sudah dilindungi oleh undang-undang fidusia no 42 tahun 1999 pasal 15

Kami juga selaku dari PT Olivia Jaya Nusantara yg ber MOU dengan para pekerja fidusia akan melakukan upaya bantuan hukum atas perkara ini dimana Polsek Sunggal akan kita prapid kan dalam perkara undang-undang fidusia no 42 tahun 1999 pasal 35 & 36.

Disini Juga petugas kepolisian Polsek Sunggal telah melakukan kesalahan, dimana setelah 1X24 jam hak petugas untuk mengamankan pekerja jaminan fidusia telah melewati batas dimana tidak ada diterbitkannya Sp.Kap dan Sp.Han dan setelah 3 hari pihak polsek baru memberikan sp.kap dan sp.han kepada pengacara terlapor dengan mengundur tanggal surat maka disinilah juga kejanggalan dalam kasus tersebut sehingga dapat dikatakan tidak mendapatkan kepastian hukum

Hal ini kami lakukan agar kedepannya menjadi pembelajaran terhadap petugas kepolisian lebih bijak dalam menerima pelaporan dan lebih mengedepankan peraturan dan undang-undang ketimbang kebijakan,” pungkasnya”.

Pihak media juga mencoba koordinasi dengan pihak polsek Kompol Yasir lewat selulernya Namun tidak diangkat dan di koordinasi lewat kanitnya iptu syarif ginting juga tidak mengangkat selulernya(*/Rimba)