MAAF AKU SALAH

Pasang Iklan Anda

MAAF AKU SALAH

Monday, January 13, 2020


Oleh: Gandi Putra ( Pengurus Pergerakan Milenial Minang Mahasiswa Hukum Tata Negara UIN IB Padang)


Senja telah menutup kalbu, awan yang biru telah berganti menjadi merah, matahari kembali ketempat peristirahatannya, diufuk barat matahari melambaikan tangan sayonara kepada penduduk desa, pergantian siang berobah menjadi malam berharap esok hari masih diperjumpakan tuhan dengannya,

petani-petani pulang dari ladang dan sawahnya, anak-anak berangsur pulang dari mainnya, burung-burung pun mengepakkan sayapnya diangkasa penuh kegirangan melalui kicauan-kicauan nan indah, jam 06:12 azan maghrib pun berkumandang pertanda waktu maghrib telah tiba, mayarakat desa dengan segala kesiapan dan kesegarannya berbondong-bondong bergegas menuju mesjid yang tak jauh dari rumahnya,

lokasi mesjid berada ditengah-tengah perumahan warga tepatnya antara kantor desa dan kantor pemuda, aktifitas duniawi pun ditinggalkan sejenak demi mendapatkan fadilah shalat berjamaah, Antusias warga dalam urusan agama amat tinggi mulai dari usia anak-anak hingga usia tua berlomba-lomba untuk datang ke mesjid ( fastabiqul khairat),

Akan merasa senang dan bangga ketika salah satu diantara mereka bisa duluan datang ke mesjid dan berinfak paling banyak, agama tidak hanya sebagai pelepas kewajiban belaka tetapi lebih dari itu agama dijadikan sebagai kebutuhan dalam hidup sehingga agama bagi mereka candu, jangan kan untuk meninggalkan shalat, absen saja untuk datang kemesjid waktu maghrib, isya dan shubuh bukan kepalang malu akan ditanggung,

Bayangkan saja bagi yang absen shalat dimasjid seharian tidak akan keluar rumah sampai ia kembali melaksanakan shalat berjamaah secara rutin di masjid, berat juga sih kalau dipikir hidup didesa ini, iya memang, tapi ini merupakan sinyal positif yang harus di apresiasi tinggi, kebiasaan positif ini adalah warisan dari para pendahulu mereka, sedari kecil mereka telah diajarkan agama dengan baik oleh keluarga, masyarakat, serta lingkungan yang benar-benar agamis, menelisik lebih jauh kebelakang ya seperti nasehat luqman al hakim pada anak-anaknya, bisa dilihat pada surah luqman ayat 13-19.

Jamaah terus berdatangan dari berbagai penjuru pintu-pintu rumah mereka, mesjid pun semakin ramai dipadati ratusan tamu-tamu allah yang bersiap untuk melaksankan shalat maghrib secara berjamaah, ketika azan telah usai dikumandangkan

Pemisah Seks...