PMM Lakukan Unjuk Rasa Sembari Bawa Spanduk Bertuliskan "Buya Jan Banyak Gaya Masyarakat Butuh Aksi"

Pasang Iklan Anda

PMM Lakukan Unjuk Rasa Sembari Bawa Spanduk Bertuliskan "Buya Jan Banyak Gaya Masyarakat Butuh Aksi"

Tuesday, January 7, 2020


Padang - Puluhan Mahasiswa yang tergabung di dalam organisasi Pergerakan Milenial Minang (PMM) melakukan aksi unjuk rasa di kantor walikota padang, unjuk rasa tersebut dilakukan sekitar pukul 16.00 wib menyikapi maraknya  kadai kafe-kafe ilegal di kota padang yang diduga di jadikan tempat maksiat (7/01/2020).

Sambil membawa spanduk yang bertuliskan "Buya Jan Banyak Gaya Masyarakat Butuh Aksi, dan ada juga bertuliskan Berantas Maksiat jangan separuh hati, masa aksi juga membawa tulisan yang beragam kejengkelan nya terhadap Satpol PP Kota Padang.

Seperti yang disampaikain ketua umum PMM Fikri Haldi dalam orasinya, " banyak tempat -tempat maksiat menjamur di kota padang kita melihatnya tak ada inisatif serius dari Pemkot Padang untuk memberantas maksiat di kota padang ini, apalagi banyak dugaan satpol PP bermain rupiah terhadap kafe-kafe yang di duga di jadikan sebagai tempat esek-esek, sepertinya kota padang bersih dari maksiat akan hanya jadi impian dan wacana semata karna para pejabat yang bersangkuta nberaharap rupiah disana, mereka tidak bekerja yang sesuai semestinya" ujar ketua umum PMM

Dalam unjuk rasa itu, PMM sebagai penggeraknya yang di hadiri oleh mahasiswa sangat setuju dengan pembubaran kadai esek-esek tersebut, " kami mau kadai esek-esek tersebut di bubarkan karna tidak sesuai dengan adaik basandi sarak, sarak basandi kitabullah dan kehadirannya juga merusak generasi muda minangkabau karna banyak pilihan dimana tempat yang nyaman untuk menikmati dunia, kita tak mau sanak saudara kita ikut berpartisipasi dalam maksiat" ujar maulana sebagai seorang orator.

"Selain tentang kafe ilegal yang menjamur  Satpol PP sebagai oknum pemerintahan yang bekerja sebagai penegak PERDA, Bukan diamanahkan sebagai pemain daerah ingat itu, ujar disman yang berorasi mendapatkan pengawalan ketat oleh satpol PP

" Satpol PP sebagai penegak peraturan malah memungut biaya dari kafe-kafe tersebut supaya tidak adanya pembubaran dan ketika mereka ingin pergi kesana meraka melapor terlebih dahulu kepada kepala-kepala kadai dan kita juga menyoroti bagaiman Pemkot Padang memberikan Izin kepada kafe-kafe di kota padang serta prosedurnya" ungkap disman

Seusai aksi para awak media mewancarai perwakilan masa unjuk rasa " Harapan dari unjuk rasa ini adalah untuk terciptanya generasi muda anti HIV AID dan terciptanya pemuda-pemudi tanpa perzinaan harapan kami kegiatan ini agar terciptanya generasi muda anti HIV AID dan anak muda tanpa perzinaan sehingga menciptakan padang anti maksiat sesuai slogan yang di lakukan oleh pemerintah kota padang dan saya rasa walikota lalai dan tak becus dan tegas memimpin bawahannya". Tegas Rindo sebagai jubir dari kegiatan ini.


Saat hampir selesai Randa  menegaskan "jika Walikota padang tidak tegas terhadap kadai esek-esek dan juga terhadap Satpol PP yang menerima suap maka kami akan siap melakukan swiping kelapangan untuk membubatkan cafe-cafe tersebut"

Dalam aksi tersebut masa dan walikota padang tidak bertemu.