Tak Tepat Sasaran PMM Dukung Polres Pasbar Basmi Penyelewengan BBM Subsidi

Pasang Iklan Anda

Tak Tepat Sasaran PMM Dukung Polres Pasbar Basmi Penyelewengan BBM Subsidi

Saturday, January 18, 2020


PASBAR- Menyikapi maraknya penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di wilayah kabuten pasaman barat, Pengurus Pergerakan Milenial Minang (PMM) angkat suara terkait persoalan bahan bakar bersubdi yang tidak di terima tepat sasaran kepada masyarakat (18/01/20)

Pengurus Pergerakan Milenial Minang Sofiandy Hidayat mengungkapkan kepada pihak media " ini menjadi keresahan bagi masyarakat pasaman barat banyak aduan dan keluhan masyarakat terkususnya masyarakat air bangis, kehadiran SPBU 13-263-516  Air Bangis hanya menguntungkan kecurangan penadah atau penimbun  bahan bakar bersubsidi ini",

" Oleh karnanya masyarakat tak menikmati kehadiran SPBU di Air Bangis, seharusnya kehadiran SPBU memudahkan masyarakat mendapatkan bahan bakar murah, Tetapi ini hanya di nikmati oleh yang berkepentingan, ketika masyarakat mau mengisi minyak untuk kendaraan banyak yang mengeluhkan karna bahan bakar bersubdi itu sudah habis, karna di jual kepada penadah atau pedangang dengan modus memodifikasi mobil dengan kapasitas tangki mencapai 1000 liter". Ujar mahasiswa berasal air bangis tersebut.
foto: Salah satu pertamina di PASBAR
Ketua umum PMM dalam hal ini meminta aparat penegak hukum untuk bertidak  secara tegas atas keresahan dan merugikan masyarakat " jelas bahan bakar bersubsidi tidak tepat sasaran hanya menguntungkan para cukong dan pemain yang mendulang rupiah, yang merampas hak-hak masyarakat, untuk itu kita meminta dan mendukung aparat kepolisian dal hal ini Polres Pasaman Barat untuk bertidak tegas terkait persoalan ini, kita meminta polres pasaman barat mengusut tuntas yang bermain di lingkaran ini,

"Kita menduga ada beberapa oknum di lingkaran ini yang menerima keuntungan dengan cara merampas hak-hak rakyat jika tidak di tanggapi dengan serius ini akan terus menjamur dan menjadi kebutuhan juga bagi beberapa kelompok masyarakat, tutup Fikri (R-24)