Demoghrapi Menentukan Paslon Pilkada Sumatera Barat.

Pasang Iklan Anda

Demoghrapi Menentukan Paslon Pilkada Sumatera Barat.

Sunday, February 16, 2020

Oleh : Masnaidi.B

Perhelatan pemilihan Kepala Daerah Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat periode 2020-2025 sudah mulai tampak meriah dengan terpampangnya baliho atau spanduk alat peraga calon kepala daerah di tempat-tempat strategis diSumatera Barat.

Berbagai macam gaya, foto dan slogan disetting sedemikian rupa dalam alat peraga guna menyampaikan makna bahwa subtansinya mereka adalah pilihan yang terbaik untuk dipilih meskipun proses pemilihan masih sangat panjang.

 Merekapun semuanya memasang target untuk menjadi Calon Gubernur dan belum ada yang secara tegas menyatakan siap untuk menjadi calon Wakil Gubernur.

Proses pemilihan masih sangat panjang dan berliku, mulai dari mendapatkan rekomendasi dari partai pengusung, bagi yang memilih jalur independent dengan mengumpulkan syarat minimal dukungan sesuai UU, pendaftaran ke KPU, penetapan pasangan calon, kampanye, masa tenang  Sampai pada tahap hari H pemilihan pada tanggal yang sudah ditentukan.

Semua proses yang begitu panjang bermuara pada penentuan oleh pemilih, siapa yang layak untuk memimpin Sumatera Barat 5 tahun kedepan. Jika kita berbicara pemilih maka kita wajib melihat peta demography pemilih.

Untuk melihat peta demoghrapy pemilih maka kita juga bisa melihat peta demoghraphy kependudukan sebab data Data pemilih (DP4 yang sudah dimutakhirkan) bersumber pada data kependudukan.

Berdasarkan data kependudukan Sumatera Barat tahun 2018 jumlah penduduk sebesar 5.519.245 Jiwa dengan peringkat Kabupaten/ Kota terbanyak penduduknya sbb :

Kota padang = 900.922 jiwa
Agam = 528.619 jiwa
Pesisir Selatan = 508.691 jiwa
Pasaman Barat = 431.575 jiwa.
Padang Pariaman = 427.919 Jiwa
Solok = 384.091 Jiwa
Lima Puluh Kota = 380.173 Jiwa
Tanah Datar = 370.993 Jiwa
Pasaman = 318.379 Jiwa
Sijunjung = 236.910 Jiwa

Data kependudukan tersebut akan menjadi acuan bagi calon kepala daerah dalam menentukan pasangan. Jika dalam pemilihan ini kita tentukan alat ukurnya yaitu pasangan yang bisa menguasai 20% dari jumlah penduduk sumatera barat maka yang bisa menguasai minimal 1,1 juta jiwa tentu akan berpeluang untuk terpilih.

 Pertama, tokoh yang bisa menguasai Kota Padang akan memiliki peluang yang cukup besar dan bisa berpasangan dengan daerah lainnya apalagi jika didukung oleh tokoh yang bisa menguasai Kabupaten Agam/ Pesisir Selatan dengan total (1,4 Juta).

Kedua, tokoh Kabupaten Agam berpeluang besar jika berpasangan dengan tokoh Kabupaten Pesisir dengan total (1.26 Juta).

Ketiga, Tokoh Pasaman Barat, Padang Pariaman dan Tanah Datar akan berpeluang jika bergabung bersama dengan jumlah 1,13 Juta. Tokoh Solok, Lima Puluh Kota,Pasaman dan Sijunjung menjadi pasangan keempat.

Untuk selanjutnya maka akan sulit menentukan pasangan karena mesti harus menggabungkan banyak tokoh di banyak Kabupaten/Kota.

Saat ini kita lihat tokoh yang muncul dari Kota Padang yaitu Mahyeldi Ansharullah (Walikota Padang 2 periode). Tokoh yang muncul dari Kabupaten Agam yaitu DR.Ir.Indra Catri, MSP (Bupati Agam 2 Periode), Irjen Pol.Drs.Fakhrizal.M.Si (Mantan Kapolda Sumbar).

Tokoh Kabupaten Pesisir Selatan yaitu Nasrul Abit (Wakil Gubernur Sumbar). Tokoh Padang Pariaman Drs. Ali Mukni (Bupati 2 periode).

Tokoh Tanah Datar ada Ir.Shadiq Pasadique (Bupati 2 Periode), Edriana MA (Tokoh Nasional), Suherman,SE (Tokoh Nasional).

Ada juga tokoh diluar kab/ kota diatas yaitu Mulyadi (Anggota DPR-RI 2 periode) dari Kota Bukittinggi yang memiliki banyak kantong suara di Kabupaten Pasaman Barat dan Pasaman. Ada juga DR.Genius Umar, M.Si (Walikota Pariaman) yang memiliki gebrakan birokrasi dalam menata pariwisata pariaman.

Menguatnya politik kedaerahan di Pemilu Legislative 2019 kemaren memberikan data jika ber-Bulat-Bulat tokoh dimasing-masing Kabupaten/Kota maka penentuan pasangan akan menentukan kemenangan dalam pilkada Sumatera Barat kali ini.

Penulis : Masnaidi.B