Drs. H. Darul Siska Anggota MPR RI Dapil I Sumatera Barat Melaksanakan Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar
loading...
-->
loading...

Pasang Iklan Anda

Drs. H. Darul Siska Anggota MPR RI Dapil I Sumatera Barat Melaksanakan Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar

Monday, February 10, 2020


Solok - Drs. H. Darul Siska selaku Anggota MPR RI berasal dari Dapil I Sumatera Barat melaksanakan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar di Kota Solok. Pada kesempatan ini dirinya juga didampingi oleh Yutris Can, Ketua DPRD Kota Solok. Kegiatan ini dihadiri oleh para tokoh masyarakat dan masyarakat Kota Solok.

Pada kesempatan ini, Drs. H. Darul Siska senantiasa mengingatkan kembali kepada hadirin untuk mengamalkan nilai-nilai luhur keidupan bernegara dalam keseharian. Budaya asli Minangkabau sejatinya telah mengandung makna-makana kebaikan yang sangat bisa diselaraskan dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD NRI 1945. Semua inti dari setiap keluhuran nilai adalah bagaimana mampu menjadikan suatu negara dan rakyatnya itu sejahterah dan hidup tentram. Inilah yang dicita-citakan oleh semua.

Drs. H. Darul Siska mengungkapkan dalam paparannya, “Memiliki pemahaman yang komprehensif terkait nilai-nilai dan cita-cita luhur negara kita seperti yang tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945, adalah salah satu benteng dalam diri kita untuk menghadapi berbagai tantangan saat ini.”
Senada dengan hal itu, pada sambutanya Yutris Can juga menekankan sosialisasi empat pilar Kebangsaan merupakan sesuatu yang sangat essential dalam rangka memperkokoh semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Pelibatan generasi muda dan tokoh-tokoh masyarakat diharapkan mampu meningkatkan rasa nasionalisme.
Masyarakat yang menghadiri kegiatan ini juga terlihat antusiasmenya terlihat dari diskusi yang terjadi terkait 4 Pilar Kebangsaan. Masyarakat sadar bahwa di era globalisasi ini tantangan semakin beragam dan dihadapi secara langsung oleh masyarakat.

Drs. H. Darul Siska juga menambahkan pada saat ini masyarakat apabila tidak membentengi diri dengan pemahaman tentang kebangsaan yang baik maka akan dengan mudah diadu domba oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan. Pengalaman pada beberapa kegiatan pesta demokrasi bukannya sebagai ajang untuk menunjukkan ide dan gagasan terbaik dalam membangun daerah atau negara, malah menjadi ajang untuk saling membenci.

Berbagai hoax dan fitnah telah beredar di masyarakat, hingga menimbulkan keresahan. Hal itu harus diwaspadai oleh semua pihak. Semua elemen masyarakat dan pemerintah wajib bahu membahu untuk saling memperkuat rasa persatuan dan kesatuan. Republik Indonesia akan mampu menjadi kuat, Makmur, dan damai jika disetiap manusianya telah tertanam nilai persatuan dan kesatuan, serta memiliki keimanan yang kuat.
Prinsipnya, kegiatan beragama dan bernegara itu harus seirama dan harmonis, karena pada hakikatnya kedua-duanya menunjukkan kepada arah yang baik. Jangan sampai masyarakat terpecah karena perbedaan.