Gara-Gara Virus Corona LEMI PB HMI Desak Pemerintah Kendalikan Harga Masker
loading...
-->
loading...

Pasang Iklan Anda

Gara-Gara Virus Corona LEMI PB HMI Desak Pemerintah Kendalikan Harga Masker

Wednesday, February 12, 2020



Jakarta, Direktur Eksekutif Badan Koordinasi Nasional Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (Bakornas LEMI PB HMI), Arven Marta, mengecam tindakan oknum produsen, distributor dan penjual masker yang memanfaatkan wabah virus Corona dengan menaikkan harga masker disaat kebutuhan masker sangat mendesak bagi masyarakat.

"Sangat disayangkan, terjadi kenaikan harga masker yang tidak wajar akibat kepanikan masyarakat terhadap wabah virus Corona yang tidak hanya terjadi di Tiongkok," ujar Arven kepada wartawan di Jakarta, Rabu (12/2).

Arven menghimbau kepada produsen, distributor dan pedagang, tidak mengambil keuntungan yang tidak wajar atas perderitaan orang, sebab virus Corona sudah menjangkiti masyarakat di berbagai negara, bahkan bukan tidak mungkin suatu saat akan masuk ke Indonesia.

"Ini bicara kemanusiaan. Jadi, jangan mengambil keuntungan yang tinggi disaat semua orang butuh masker. Contohnya, harga masker N95 yang biasanya hanya 200 ribu per boks, namun sekarang naik hampir 7 kali lipat, yakni 1.3 juta per boks," tegasnya.

Atas dasar itu, lanjut Arven, sudah saatnya Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Menteri Perdagangan dan pihak kepolisian menindak tegas produsen, distributor dan pedagang yang memanfaatkan situasi ini.

"Melihat kondisi tersebut, apalagi virus Corona yang semakin hari semakin membahayakan sudah ribuan nyawa meninggal, saya meminta pemerintah bisa mengendalikan harga masker. Pemerintah harus turun tangan. jika tidak mampu, Apa perlu kami yang turun demo ke pabriknya?," tutup Arven.