BEM UIA Bubuhkan Tanda Tangan Mencari Keadilan Bagi Korban Penganiayaan Dilakukan Novel Baswedan
loading...
-->
loading...

Pasang Iklan Anda

BEM UIA Bubuhkan Tanda Tangan Mencari Keadilan Bagi Korban Penganiayaan Dilakukan Novel Baswedan

Friday, June 26, 2020



Jakarta, 26 Juni 2020 - Ketua Majelis Permusyaratan Mahasiswa dan Ketua BEM Universitas Asyafiyah menegaskan dukungan morilnya terhadap 4 korban penembakan yang pernah dilakukan oleh Penyidik KPK Novel Baswedan, menurutnya apa yang dilakukannya itu tidak dapat dibenarkan untuk alasan apapun.

“Apapun kondisinya tidak diperbolehkan menembak pelaku pencurian hingga sebabkan korban nyawa dan cacat permanen,” ujar Ketua MPM UIA Irfan Muqsid dalam pernyataannya di Jakarta, Jumat (26/6).

Ketua MPM bersama rombongan BEM UIA itu menunjukan aksi simpatiknya dengan membubuhkan tandatangan di spanduk dukungan pencari keadilan yang digelar didepan gedung Kejaksaan Agung sejak hari Selasa (23/6) itu.

Dari pengakuan 4 pelaku pencurian sarang burung walet tersebut bahwa tidak ada tindakan melarikan diri ataupun menyangkal perbuatannya, artinya mereka secara hukum harus dilindungi.

“Dari hasil pendalaman kami, para korban itu sudah mengakui perbuatannya dan tidak punya niatan lari ataupun melawan setelah ditangkap, ini ko malah ditembak. Dalam perang pun lawan yang telah menyerah harus dilindungi,” ucap Ketua BEM UIA Edy Faturahman.

Sebagai informasi, aksi gelar tenda yang dilakukan oleh Irwansyah Siregar, Dedi Muryadi, Dony Yefrizal Siregar dan M. Rusli Alimsyah mendapat simpatik dari para mahasiswa dan organisasi kepemudaan tingkat Nasional.