Pentingnya Pendidikan Pesantren di Era Globalisasi
loading...
-->
loading...

Pasang Iklan Anda

Pentingnya Pendidikan Pesantren di Era Globalisasi

Saturday, June 13, 2020


SERANG - Setiap orang tua menginginkan anak-anaknya menjadi anak yang sukses di masa depan. Bukan hanya sukses dari segi material, tetapi juga dapat sukses di kehidupannya sehari-hari. Menjadi anak yang berbakti, anak yang baik, dan anak yang tidak mudah putus asa dalam kehidupannya. Poin ini juga menjadi dasar bagi orang tua untuk memilih sekolah yang tepat untuk anak mereka. Salah satu alternatif sekolah yang yang sedang banyak di minati adalah sekolah pondok pesantren.

Pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan khas indonesia yang menjadi tempat para santri mendalami pendidikan agama Islam. Dari masa ke masa pesantren terus melakukan pembaharuan agar dapat tetap menunjukan eksistensinya di tengah gempuran global. Dalam berkehidupan sehari-hari, masyarakat pesantren berpedoman pada ajaran agama dengan menekankan pada aspek moral dalam dan bergaul. Sehingga sikap dan perilaku masyarakat pesantren akan terjaga dengan baik.
Karakteristik pendidikan pesantren
Karakteristik atau ciri-ciri umum pondok pesantren adalah sebagai berikut:

1. Adanya kyai,
Istilah kyai bukan berasal dari bahasa arab, melainkan dari bahasa jawa. Kata kyai makna yang agung, keramat, dan dituahkan. Selain gelar kyai di berikan seorang laki-laki yang lanjut usia, arif, dan di hormati di jawa. Gelar kyai juga di berikan untuk benda-benda yang keramat dan di tuahkan, seperti keris dan tombak. Namun demikian paling luas di Indonesia, sebutan kyai di maksudkan untuk para pendiri dan pemimpin pesantren, yang sebagai muslim terhormat telah membaktikan hidupnya untuk Allah SWT serta menyebar luaskan dan memperdalam ajaran - ajaran serta pandangan islam melalui pendidikan. Kyai berkedudukan sebagai tokoh sentral dalam tata kehidupan pesantren, sekaligus sebagai pemimpin pesatren. Dalam kedudukan ini nilai kepesantrenannya banyak tergantung pada kepribadian kyai sebagai suri tauladan dan sekaligus pemegang kebijaksanaan mutlak dalam tata nilai pesantren.

2. Adanya santri.
Santri merupakan sebutan bagi para siswa yang belajar mendalami agama di pesantren. Biasanya para santri ini tinggal di pondok ataupun asrama pesantren yang telah di sediakan, namun ada pula santri yang tidak tinggal di tempat yang telah di sediakan tersebut yang biasa di sebut dengan santri kalong. Dalam menjalani kehidupan di pesantren, pada umumnya mereka mengurus diri sediri keperluan sehari hari dan mereka mendapat fasilitas yang sama antara santri yang satu dengan lainnya. Santri di wajibkan memtaati peraturan yang di tetapkan didalam pesantren tersebut dan apabila ada pelanggaran akan di kenakan sanksi sesuai pelanggaran yang telah di lakukan.

3. Adanya masjid,
masjid merupakan elemen yang tidak dapat di pisahkan dari peantren dan dianggap sebagai tempat yang paling tepat untuk mendidik para santri, terutama dala praktek ibadah lia waktu, khutbah dan sholat jum'at dan pengajaran kita-kitab islam klasik.

4. Adanya pondok atau asrama. Sebuah pondok pada dasarnya merupakan sebuah asrama pendidikan islam tradisyonal dimana para siswanya (santri) tinggal bersama dibawah bimbinga seorang atau lebih guru yang lebih di kenal dengan kiyai. Pondok atau asrama merupakan tempat yang sudah disediakan untuk kegiatan bagi para santri. Adanya pondok ini banyak menunjang segala kegiatan yang ada. Hal ini di dasarkan jarak pondok denga sarana pondok yag lain biasanya berdekatan sehingga memudahkan untuk berkomunikasi antara kyai dan santri, dan antara satu santri dengan santri yanng lainnya.

5. Pengajaran kitab-kitab kalsik. Sejak tumbuhnya pesantren, pengajaran kitab-kitab klasik di berikan sebagai upaya untuk meneruskan tujuan utama pesantren yaitu mendidik calon- calon ulama yang setia terhadap paham islam tradisional. Karea itu kitab-kitab islam klasik merupakanbagian integral dari nilai dan faham pesantren yang tidak dapat di pisah- pisahkan. penyebutan kitab-kitab islam klasik di dunia pesantren lebih populer.

Manfaat pendidikan pesatren diantaranya adalah:

1. Anak di samping menuntut ilmu pendidikan umum, juga mendapatkan pendidikan agama, sehingga terjadi keseimbangan antara ilmu dunia dan ilmu agama dalam dirinya. Ilmu agama akan menjadi pondasi bagi anak dalam menjalani kehidupannya.  Seorang manusia bukan perlu cerdas secara intelektual, tetapi juga secara kepribadian, sosial, dan spritual. Pesantren adalah tempat yang tepat untuk membentuk beberapa kecerdasan tersebut. Ditengah tantangan yang semakin berat dan ketat, ketika manusia banyak menghimbau kepada iptek minus iman dan tawakal kepada Allah SWT.

2. Melatih kemandirian. Dengan mengikuti pendidikan pesantren anak dilatih untuk mandiri, mengelola dirinya, tidak cengeng, tidak terlalu ketergantungan kepada orang tua. Pada awalnya mungkin sang anak akan merasa tersiksa, merana, akan merasa dibuang oleh orangtuanya, belum banyak yang kenal. Biasanya serba dilayani, tinggal makan, tinggal minum, tinggal memakai seragam, dan sebagainya, selama di pesantren dia harus melakukannya sendiri. Seiring dengan perjalananya waktu, sang anak pun mulai terbiasa dan akan merasa betah. Apalagi sudah mengenal lingkungan, dan memiliki banyak teman.

3. Melatih disiplin. Pesantren, memiliki tatatertib yang harus ditaati oleh setiap santrinya.Tata tertib tentunya di sertai sanksi bagi melanggarnya. Biasanya, pada saat mendaftar, tata tertib tersebut di sampaikan oleh pihak pesantren, dan di tanda tangani oleh orangtua dan calon santri. Tujuannya agar pesantren dapat melaksankan mewenangnya untuk mengajar dan mendidik santri sesuai aturan yang berlaku, serta meciptakan keamanan dan ketertiban di lingkungan pesantren.

4. membangun mental yang kuat. Pendidikan selama sekian lama di pesantren dapat membangun mental yang kuat sebagai bekal kehidupan.*

Penulis : Hayati Nufus
Editor : Habibi