Sentimen Primordialisme Elit Lokal Disinyalir Jadi Sumber Petaka Bagi Masa Depan Masyarakat Pulau Nias
loading...
-->
loading...

Pasang Iklan Anda

Sentimen Primordialisme Elit Lokal Disinyalir Jadi Sumber Petaka Bagi Masa Depan Masyarakat Pulau Nias

Friday, August 28, 2020



 Jakarta -- Elit lokal Pulau Nias bersama kapitalis justru menambah subur   kemiskinan, kebodohan,  ketertinggalan dan keterbelakangan masyarakat Pulau Nias itu sendiri. Hal ini dipertegas oleh Pemerintahan Pusat yang mengatakan bahwa Kepulauan Nias masih tertinggal,  terbelakang dan termiskin.

Hal ini bukanlah sebuah aib melainkan sebuah petaka  bila dibiarkan secara terus- menerus tanpa "Gerakan Moral" sebagai tindakan preventif untuk mewujudkan masa depan masyarakat Pulau Nias yang cerdas,  berani dan unggul.

"Untuk itu, dalam rangka menghadapi pilkada serentak di Pulau Nias sudah saatnya gerakan moral dan daulat rakyat sebagai kompas transformasi untuk mewujudkan perubahan yang menjadi realitas sosial bukan sekedar perubahan yang sifatnya semu dan sensasional," ujar Edizaro Laze aktifis pemuda asal Nias  pada reporter di Jakarta Sabtu (29/08/2020).


"Tidak dipungkiri, dominasi elit lokal yang mengedepankan sentimen primordialisme seperti marga dan faktor agama merupakan ancaman yang sangat berbahaya dalam rangka  gerakan reposisi tata ruang sosial yang cerdas,  berani dan unggul. Karena dominasi elit lokal ini makin kuat ditengarai oleh sokongan elit politik, kapitalis hitam yang berkarakter buruk dan kuat pengaruhnya terhadap rakyat mayoritas yaitu masyarakat golongan miskin dan tak berpendidikan," imbuh Edi.

"Gerakan moral dan daulat rakyat adalah jalan terbaik dengan biaya yang sangat murah dan bisa dilakukan oleh setiap orang maupun kelompok secara bersama-sama (kolektif) untuk membendung pengaruh buruk elit lokal dan kapitalis serakah yang berkarakter dan mengedepankan sentimen primordialisme berbasis marga dan agama dengan kemasan  berbungkus SARA, hoax dan fitnah,  misalnya ada Cakada haji padahal beragama Kristen," ungkap Edi.

"Gerakan moral dan daulat rakyat adalah cara ampuh untuk menghadapi elit lokal dan kapitalis serakah yang mengedepankan sentimen primordialisme berbasis marga dan agama," pungkas Edi. ( Red)