AROGAN ! Berdalih Terapkan Aturan, Agung Sekurity Pelindo Usir Wartawan, Ternyata Ada Dendam Lama
loading...
-->
loading...

Pasang Iklan Anda

AROGAN ! Berdalih Terapkan Aturan, Agung Sekurity Pelindo Usir Wartawan, Ternyata Ada Dendam Lama

Friday, September 4, 2020



Pangkalbalam, Pangkalpinang, -- Penerapan AKB atau Adaptasi Kebiasaan Baru berupa 3 M yakni, memakai masker, mencuci tangan serta menjaga jarak terkadang salah diartikan oleh beberapa oknum, Jumat 04/September/2020.

Seperti yang baru saja terjadi Jumat sore sekitar pukul 16.40 Wib tadi di kawasan Pelabuhan Pangkalbalam, tepatnya di seputaran kantor PT Pelindo. Saat itu rombongan awak media sedang menemui salah satu mitra mereka di kawasan Pangkalbalam.

Tiba-tiba datang sekitar 4 orang oknum security drngan mengunakan motor langsung menghampiri rombongan awak media yang sedang berbincang dengan mitra mereka di samping mobil depan terminal penumpang pangkalbalam dan langsung menghardik rombongan tersebut dengan nada arogansinya.

Dalam hardikannya Sekurity yang diketahui bernama Agung meminta para rombongan awak media untuk keluar dari area tersebut dengan alasan tidak mengenakan APD, dan menyuruh agar menghadap ke kantor pelindo.

Akhirnya dengan adanya hardikan tersebut para awak media merasa tersinggung yang langsung ikut perintah si sekurity yang arogan menuju ke kantor pelindo dengan di kawal dua motor sekurity Agung bersama rekan - rekannya.

" pakai APD kalau mau ngobrol.disini," tegur agung dengan nada arogansinya.

Sontak saja, beberapa teman media yang hadir sempat berargumen di tempat dan hampir saja pecah keributan gegara tingkah kurang sopan oknum security tersebut.

"Saya hanya menjalankan aturan saja pak," ujarnya setengah menantang.

Dan dijelaskan dengan nada bertanya oleh rombongan wartawan bahwa mereka datang kesitu, cuma menemui mitra mereka sebentar dan saat itu juga sebenarnya sudah selesai dan akan pulang.


"Aturan yang mana yang anda pakai bang? Kami hanya obrol sebentar dengan mitra kami dan sudah selesai sekarang, lagipula kami mau pulang," sungut salah seorang wartawan.

Kemudian keributan tersebut ditengahi oleh GM Pelindo, Taufik yang mengatakan bahwa rombongan wartawan ini hanya sebentar saja mampir demi menyapa mitranya.

"Iya saya juga heran, aturan apa yang dilanggar oleh teman media hingga security begitu kesal?"

Tak puas dengan kejadian tadi, rombongan wartawan berupaya membuktikan argumen Agung yang bersikap tidak bersahabat pada wartawan dengan alibi penegakan disiplin 3M.

Dan benar saja, tak jauh dari lokasi argumen tadi, ditemukan fakta otentik bahwa Agung disinyalir melampiaskan dendam lama atas kejadian sebelumnya.

Karena di lokasi yang sama yakni di pelabuhan Pangkalbalam sebelah barat terdapat aktifitas bongkar muat yang ternyata para buruh terlihat tidak mengunakan APD, timbul pertanyaan kami, aturan mana sebenarnya yang dipake si Agung sekurity untuk menerapkanya kepada masyarakat?


Apakah PT.Pelindo II Pangkal Balam menetapkan aturan mengenakan APD khusus buat para wartawan  saja sedangkan para pekerja di sekitar Pelabuhan di temukan tanpa mengunakan APD saat bekerja, sebenarnya justru ini yang harus menjadi tugas sekurity untuk menegur atau melaporkan ke pihak wewenang di PT.Pelindo agar menegur para pekerja melalui penaggung jawabnya.

Namun aturan tersebut seakan tebang pilih, sepertinya hal ini sudah menjadi kebiasaan di pelabuhan Pangkalbalam,.

Ironisnya lagi, kami awak media melihat beberapa orang yang asik duduk ngobrol tanpa mengunakan APD justru di area larangan di bawah Crane persis di area dermaga. hal ini yang membuat perbedaan antara awak media dengan orang - orang  ini.apakah mereka tidak dilarang karena dikenal oleh para security yang arogan tersebut, atau karena indikasi balas dendam?

Sekedar informasi, di 25/Maret/2020 yang lalu, oknum security atas nama Agung inilah yang juga alami masalah dengan teman media. Waktu itu, wartawan atas nama Firdaus sempat dihalang-halangi oleh Agung, saat hendak mengambil gambar di lokasi. Dengan alasan yang hampir mirip, yakni soal penerapan protap kesehatan di masa awal Pandemi Covid 19. (Tim)