Drs. H. Darul Siska: Mari Menjaga Persatuan dan Kesatuan serta Giat Menyebarkan Wawasan Kebangsaan
loading...
-->
loading...

Pasang Iklan Anda

Drs. H. Darul Siska: Mari Menjaga Persatuan dan Kesatuan serta Giat Menyebarkan Wawasan Kebangsaan

Saturday, September 26, 2020

 


Padang - Anggota MPR RI Drs. H. Darul Siska dengan Daerah Pemilihan Sumatera Barat I mengadakan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan bersama Tokoh Masyarakat di Kota Padang. Kegiatan ini juga dengan antusias dan semangat yang tinggi dihadiri oleh kalangan pendidik dari Universitas Taman Siswa Kota Padang, Insan Pers Sumatera Barat, dan Aktifis Mahasiswa dari beberapa Universitas di Kota Padang. Kegiatan berjalan dengan sangat menarik terlebih lagi berlanjut dengan diskusi-diskusi kebangsaan yang menarik dan membangun.


Sang Legislator pada kegiatan ini menekankan bahwa persatuan dan kesatuan harus senantiasa dijaga dan jika bisa ditanam sedini mungkin kepada anak cucu sebagai generasi penerus bangsa. Diharapkan para tokoh masyarakat bisa membantu mensosialisasikan wawasan kebangsaan. Begitu juga dengan Insan Pers diharapkan mampu menjadi pembawa suasana persatuan dan kesatuan denga tidak memberitakan hal-hal yang berpotensi memecah belah masyarakat.


Di sela acara Drs. H. Darul Siska juga menyelipkan kuis dengan tema kebangsaan yaitu bertanya kepada para hadirin terkait Naskah Pembukaan UUD NRI 1945. Dengan sigap salah seorang peserta dari Aktifis Mahasiswa Universitas Taman Siswa membacakan naskahnya. Meskipun  belum sama sempurna dengan naskah aslinya, namun Sang Legislator tetap memberikan apresiasi tinggi karena keberanian dan pemahaman mahasiswi tersebut.


Pada akhir acara diskusi menarik juga terjadi, yakni dengan pertanyaan-pertanyaan terkait wawasan kebangsaan oleh peserta. Hanifah, seorang mahasiswa tingkat akhir perguruan tinggi di Kota Padang bertanya,” Bagaimana menurut Bapak ketika kita harus menegakkan dan mentaati hukum sedangkan kita merasa tidak mendapatkan sosialisasi hukum atau undang-undang dan bahkan banyak hukum atau undang-undang yang tidak sesuai dengan keinginan kita?”


“Mungkin memang betul sosialisasi undang-undang atau produk hukum lain seringkali tidak bisa menyentuh langsung ke kita. Tetapi, kita mesti ingat kalau kita juga tidak boleh sembarangan dalam bertindak. Saya telah membiasakan diri dan berharap saudara-saudari juga demikian, jika setiap kita akan bertindak harus mencari informasi-informasi yang jelas apakah ini melanggar hukum atau tidak. Kita mesti kritis terhadap tindakan kita sendiri. Begitu pula jika ada produk hukum yang dirasa tidak sesuai dengan kehendak kita, maka melalui orang-orang seperti saya atau perwakilan kita lah yang seharusnya menampung aspirasi itu dan menyuarakannya di legislative. Kita juga harus aktif dalam memberi tanggapan hukum jangan bersikap pasif, karena bisa jadi ada kepentingan kita di situ yang dikorbankan,” jawab Drs. H. Darul Siska.


Tidak hanya sampai disitu, satu dari banyak pertanyaan menarik yang diajukan adalah pertanyaan dari Ardi, salah satu pengurus paguyuban wartawatan di Sumatera Barat. “Bagaimana pandangan Bapak terkait kontestasi Pilkada yang akan berlangsung di Sumbar? Apakah memang mereka adalah calon terbaik bagi kita yang telah memiliki nilai-nilai Pancasila seperti yang Bapak terangkan tadi?”


“Sebagai masyarakat yang cerdas dan terdidik, kita tidak boleh terlalu cepat dalam mengambil keputusan tanpa pertimbangan yang baik dan matang. Begitu pula dalam kasus Pilkada, memang terlihat hanya beberapa menit mencoblos dalam bilik suara, namun kita semua mesti paham dan yakin kenapa harus memilih si A, B, C, dan D. Kita mesti tau dan paham siapa yang kita pilih dan bagaimana rekam jejak sebelum-sebelumnya. Harus ada alas an yang logis dan baik dalam pilihan kita, karena jika tidak nasib pembangunan dan kesejahteraan di Sumatera Barat bisa menjadi korbannya. Jangan hanya karena uang sebesar 50-100 ribu rupiah nasib provinsi ini menjadi hilang harapan karena memilih pemimpin yang kurang tepat. Saya tidak bisa mengatakan Anda harus memilih siapa, namun siapapun pilihan Anda harus berdasarkan pada logika, visi dan misi yang jelas, serta bukan karena hanya uang serangan fajar yang tidak seberapa.” Jawab Politisi Senior Partai Golkar tersebut.