Malas Pakai Masker Korban Meluber
loading...
-->
loading...

Pasang Iklan Anda

Malas Pakai Masker Korban Meluber

Rindo Ribad
Wednesday, September 30, 2020


Opini Oleh : Falina Alifya

Nyaris  tujuh bulan Indonesia diporakporandakan covid-19 yang kedatangannya tidak pernah kita inginkan. Namun sampai detik ini covid-19 masih menjadi misteri yang belum bisa dibasmi dengan tuntas. Faktualnya pemerintah Indonesia telah membuat kebijakan untuk mencegah penyebaran covid-19 dengan menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) disetiap daerah yang terdampak beberapa bulan yang lalu. Setelah sekian lama menerabas masa PSBB tentu  berimpact pada  masyarakat indonesia secara global yakni, kudu kehilangan mata pencahariannya sehingga dengan berat hati pemerintah harus bertanggung jawab  mensubsidi warga yang terdampak covid-19 tersebut. 

Mengintip kondisi ekonomi dan keuangan negara yang makin bobbrok maka pemerintah memutuskan untuk mengadopsi kebijakan baru yaitu new normal ditengah kondisi penyebaran virus yang jauh dari mereda. Nah pada saat diberlakukannya new normal ini perlahan terlihat  hirarki kepedulian masyarakat semakin merosot terhadap penyebaran covid-19. Banyak kaum proletar, borjuis, intelektual, dan oknum-oknum pemerintah yang tidak mengindahkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Jika dilihat dengan kaca mata sosial tidak sedikit masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan, seperti tidak memakai masker, tidak mencuci tangan, dan lain sebagainya. Mereka berbuat dan beraktivitas semaunya seakan covid-19 telah musnah.

Jika kita telisik, penyebaran covid-19 dari hari kehari sangat memprihatinkan yang mana lebih dari seribu orang terinfeksi setiap harinya. Adapun total kasus positif hingga 29 September 2020 mencapai 282.724 korban. Penyebaran covid-19 yang semakin meluber sehingga sulit untuk dikendalikan membuat hati terenyuh dan turut prihatin. Kompas.com menegaskan peneliti dari Pemda DIY Joko Hariyono melalui penelitian yang dilakukanya, menyebut masyarakat tetap bisa memenangkan pertandingan melawan virus corona meskipun memasuki era kenormalan baru dan hidup berdampingan dengan virus, jika setiap warga masyarakat mengenali karakteristik penyebaran virus corona dan menerapkan protokol kesehatan, maka kita bisa memenangkan peperangan melawan pandemi ini.

Namun, bagaimana realita yang terjadi saat ini? apakah masyarakat peduli dengan covid-19? Tak sedikit masyarakat dari berbagai kalangan yang menafikan protokol kesehatan di era new normal. fenomenologi ini kerap kita lihat di tempat umum, salah satu contohnya habit masyarakat yang tidak memakai masker dengan jumlah yang sangat komprehensif. Percuma para tenaga medis berjuang bahkan rela untuk mati demi menyelamatkan nyawa rakyat, jika rakyat nya sendiri ga peduli dengan keselamatan diri nya.

Menurut hemat penulis menggunakan masker menjadi momok yang menjijikkan bagi sebagian besar masyarakat. Saya tidak bisa mengutarakan alasan akurat perihal banyaknya masyarakat dari berbagai kalangan yang enggan menggunakan masker? Tapi secara umum, berdasarkan hasil survey ala kadarnya  kepada beberapa rekan mahasiswa, masyarakat umum, dan beberapa dari oknum ASN dominan mengatakan kalau memakai masker itu membuat nafas sesak sehingga tidak bebas untuk menghirup udara, sebagian ada yang berdalih bahwa daerahnya termasuk kawasan hijau, tidak terbiasa menggunakan masker, serta ada juga yang tidak percaya atau menganggap covid-19 ini hanya permainan politik belaka.

Dikutip dari opini.id kumpulan mentri yang tidak pakai masker pada saat rapat koordinasi tahun 2020, sebagai di pemerintahan mereka tampak tersenyum memberi kepalan tangan, mungkin tanda percaya diri yang sangat tinggi, sempat mendapat krtik namun salah satu mentri yang berada di bali Agus Gumiwang berdalih tanpa masker hanya dilakukan saat sesi pemotretan. Memang setiap manusia merasa gampang dalam mencari alasan dibandingkan menjadi konsisten untuk tetap memakai masker. Menilik dengan kaca mata ciwi-ciwi para mentri di bali kemaren tidak memakai masker saat sesi pemotretan karena takut tidak keliatan  ganteng karena pose wajahya auto ditutupi masker. Menurut penulis alasan ini sangat meggelitik netizen untuk menyampaikan tanggapan pedas terhadap tindakan beberapa mentri yang sedang mengadakan pertemuan di bali.

Penulis sempat bingung melihat ketidakdisplinan masyarakat dalam memakai masker, entah apa yang merasuki mereka apa mungkin memakai masker sangat meruwetkan? Namun spektrum polemik ini tidak sepenuhnya dari masyarakat, tapi peran  pemerintah yang kurang tegas dalam mengkampanyekan betapa urgentnya memakai masker ditengah pandemi. Peran pemerintah dan masyarakat sangat fundamental, jika pemerintah serius dalam menangani problematika ini begitu juga dengan masyarkat bisa berkalaborasi maka kasus penyebaran covid-19 paling tidaknya bisa direm.


Ada beberapa upaya pemerintah untuk mendesak masyarakat agar disiplin menggunakan masker menurut hemat penulis

Pertama memberikan sanksi, baik berupa sanksi sosial maupun finansial. Tentunya pemberian sanksi ini tidak terfokus dibeberapa daerah saja, melainkan disetiap daerah yang terindikasi oleh covid-19.

Kedua, melakukan razia secara berkala dijalanan maupun tempat umum, agar masyarakat tetap memakai masker setiap hari, karena berdasarkan yang saya amati percuma pemerintah berkoar mengampanyekan untuk memakai masker jika tidak diiringi dengan pengawasan langsung kelapangan.

Ketiga memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutama di desa-desa yang mayoritas penduduknya masih awam, barang kali  informasi tentang urgentnya memakai masker dimasa pandemi ini perlu ditransmisikan lebih spesifik.

Keempat, Mengadakan pawai jalanan, untuk menginformasikan memakai masker karena menurut penulis jika pemerintah gigih untuk mengingatkan dan diiming-imingi dengan pemberlakuan sanksi terhadap yang tidak menggunakan masker otomatis masyarakat akan takut dan terpaksa untuk memakai masker.

Kelima, pihak pemerintah perlu memastikan setiap aparatur negara disiplin dalam memakai masker percuma saja mengingatkan orang lain jika diri sendiri tiada mengindahkannya. Hendaklah pihak pemerintah menjadi panutan bagi masyarakat ditengah pandemi ini.

itulah gambaran tentang tingkat kepudulian masyarakat dan pemerintah dalam memakai masker dimasa pandemi ini, semoga kita semua cepat sadar akan pentingnya menggunakan masker demi keselamatan diri sendiri dan juga orang lain.