B
loading...
-->
loading...

Pasang Iklan Anda

B

Rindo Ribad
Friday, November 6, 2020

 


Sebuah tulisan aku curahkan kepada masa depan semoga tercatat dalam kenangan sejarah.

Penulis : Rindo ribad

"kamu telah terbangun dari tidur lamamu kentara?" Dokter itu melihatku sambil bahagia, aku mendengar perkataan dokter itu agak samar-samar. kemudian ia melanjutkan pembicaraannya tanpa menunggu jawabanku.

"kamu telah tertidur selama 6 bulan dan selama itu akulah yang menjagamu disini".
Aku terkejut mendengar pembicaraan dokter, mana mungkin aku tidur selama itu tanpa aku ketahui penyebabnya.

"Apa? aku tertidur selama itu?"
Aku teramat gelisah, mencoba menggerakkan tanganku yang masih terikat dengan kabel infus.

"Mengapa aku ada disini? apa yang terjadi padaku? kalian berbica kepadaku tanpa terlihat ada beban bahkan kalian bahagia dengan keadaanku saat ini, apakah kalian tidak bisa memberitahuku kenapa aku ada disini?" aku mencoba memancarkan muka tanya dan masam supaya mereka iba dan bisa memberi tahuku kenapa aku ada disini.

"Tenang kentara? kamu di sini aman! apakah kamu tidak mengingatku? aku kaf!" dia bicara kepadaku dengan suara yang serak dan nyaman seolah memberitahuku bahwa dia adalah teman yang pernah aku kenal.

"kau Kaf? kaf siapa aku tidak kenal!"
ia terlihat berbisik kepada suster yang ada di sampingnya, tanpa ia sadari aku sedikit mendengar bisikannya.

"Apa yang belum stabil aku sudah sadar, tapi aku benar-benar tidak mengenalmu Dokter kaf".
ia tersenyum lebar kepadaku sambil mengelus-elus tangan kiriku dengan kasih.

"Kau aman di sini tunggu kondisimu aman, aku akan memberi tahu kepadamu" Aku sedikit terkasihi, terobati, dan tertenangkan. aku mencoba menjawab perkataan dokter kaf dengan anggukan kepala dan hempasan nafas yang reda.

sambil menggesarkan diri ke samping, dokter itu menyuruh suster untuk memberiku obat yang terbungkus dengan plastik kuning, tanpa banyak tanya aku meminum obat yang di berikan suster dengan tangan kanannya.

Dokter itu terlihat membalik-balik lembar putih yang di tempelkan ke papan Mika, aku rasa saat ini kita bukan ujian di sekolah, dia sibuk menulis-nulis yang di pikirkannya.

Kepalaku terasa pusing, pandanganku terlihat buram, lama-kelamaan mataku tertutup, hingga aku tidak tahu apa yang terjadi.

1 minggu, 2minggu, dan 3 minggu. itu kalimat yang aku dengar hingga aku benar-benar sadar saat ini.

"Kaf" Sampaiku dengan serak dengan mata yang benar-benar aku buka secara penuh.

"Kau Sadar Kentara! kau benar-benar mengenalku?" ia terlihat sangat senang hingga di matanya terpantul mukaku yang begitu kecil.

"sejak kapan aku tidak mengenalmu Pak Dokter? Jika aku tidak mengenalmu mungkin waktunya ketika aku melihatmu dengan sorang wanita cantik. aku takut dia tertarik kepadaku" aku menjawabnya dengan sadar sambil membiarkan tawaku mekar.

Aku melihat kearah sekeliling cuma ada aku, Dokter, dan bunga teratai yang tergantung di dinding.

"Memang benar kau lebih tamvan dariku tapi perempuan manapun yang mehihat dirimu tidak lebih hanya kagum semata" ia mencoba membenarkan perkataanku 20 detik yang lalu, lalu mencoba menawarkan air kepadaku.

"kau mau melihat air yang ada di taman? Air yang tergantung di dinding itu sudahlama mungkin sudah terkontaminasi dengan aroma kebosanan." Penawaran yang menarik, tanpa menunggu Persetujuan dia membereskan kabel infus dan mengangkatku ke kursi roda.

Aku dibawa dengan kursi roda dan dia berjalan dengan kakinya. kami melewati ruang hinga ruang-ruang, lorong hinga lorong-lorong, keheningan hinga keheningan. kami sampai di sebuah pintu yang tertempel tulisan dorong.

suasana memang hening mungkin ia sedang memikirkan kata yang pas dan waktu yang tepat. setelah kami melewati pintu itu memang yang ia katakan benar, air yang tergantung di dinding jauh tertinggal dengan air yang ada di taman. sepertinya air taman yang ada saat ini telah di baca-bacakan sesuatu sehingga ketika aku melihatnya tercipta ketenangan dan kesejukan, bisa jadi itu punya mantra.

"Aku tahu kau sedang memikirkan air itu dengan inilah dengan itulah, hikmahlah. apalah itu namanya Kentara. kau memang seperti itu."


Aku menyingsingkan senyuman kepada Kaf, sambil mencoba menangkap daun yang jatuh dari pepohonan.

"mulai lagi ini pasti memikirkan, bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah takdir, bahkan daun yang jatuh seperti itu"
Dia lagi-lagi menekanku dengan kata-kata benar nan demikian adalah pekerjaanku.

"kenapa kau malah menyerangku terus pak dokter, aku suka denga pikiranku, kenapa kau yang sibuk." Aku sedikit memberi penegasan yang begitu Apik.

"kentara kau tahu, kau telah telah tertidur selama 6 bulan 3 minggu 2 hari 6jam 33 menit.
keterkejutan memang wah, mataku yang membelalak keatas telingaku yang mengeras dan mungkin memerah.

"Apa? selama itu aku tertidur?"

"ia kau tertidur selama itu bahkan sifatmu yang selalu berlebihan memikirkan sesuatu tak pernah hilang!" kaf terlihat berekspresi sekali menyampaikannya, sampai-sampai aku tersentak dengan keadaan yang begitu nyata.

"Kau tahu kaf itu adalah keahlianku jika mentri pendidikan membuat prody di kampus tentang Pikir-memikir, kau tahukan siapa Sarjana yang lulus pertama dengan perolehan cumloud" Aku menegaskan bahwa hal demikian sangatlah luarbiasa.

"Iya-iya terserah kau"

Daun yang jatuh, angin yang menghembus rambutku dan rambut kaf sangat bergembira mendengar perdebatan yang terjadi diantara kami.

"oh iya kaf, Memang kenapa bisa aku berada di Rumah sakit ini?" Kaf menggaruk-garuk kepala sambil memikirkan sesuatu pertanyaan yang riangan bagiku tapi berat baginya.


terlihat dari wajahnya dia belum sanggup untuk mengatakannya mungkin aku belum pulih dan stabil untuk mendengarkannya makanya dia sampai saat ini masih diam.